KUMPULAN PUISI

       


 

Mahkota Jiwa

 

Tuhan ambil mahkota jiwa

Disambut awan menyongsong bentala

Taburi lara pada hambanya

Tuhan....mengapa?

 

Kalahkah aku lawan pemberontak dahulu

Hingga kau jadikan dia tawanan

Atau pernahkah ku rebut milik-Mu

Hingga dia kau taklukkan

 

Senyum megah, mata elok, disertai bibir manis

Seluruhnya terlepas dalam dekapku

Sel-sel tubuhku mati tak bernafas

Atas sirnanya pangeranku

 

 Others: CERPEN SWEET PEA


                       
Terpeluk Angan

 

Tak ada istimewa tentangnya

Sosoknya tanpa kata sempurna

Lucunya, hatiku mendekap rasa untuknya

Mengail rindu pada akhirnya

 

Menjerat sukma, memeras hati

Terperangkap intuisi sendiri

Dari jauh, raga dan jiwanya ku rangkul

Harapan sekaligus angan teguh memanggil

 

Angan yang terbukti lengkara

Tertolak rasa dan jiwanya

Hanya dapat dipegang dalam fiksi

Sekiranya hati mengikhlaskan pergi

 

   Others: BEBERAPA PUISI


Ditusuk Rindu

 

Ruang-ruang rindu penjarakan jiwa sendiri

Dilahap makhluk tak bersosok

Semarak membangkang makhluk egois

Dijerat ketat menusuk relung

 

Siapa sibodoh pemilik rindu ini

Tak tahukah dia hampir mati ragaku

Dibeku tak bercelah, mati diracuni

Satu, dua bisa saja retak ragaku

 

Lagi, rindu kembali mengaliri darah

Menyapa sel-sel tubuh yang robek

Masuk merangkap sanubari

Terakhir, ditikam perlahan hingga remuk

 

You Might Also Like

0 comments