BEBERAPA PUISI
LENGKARA
Ku tarik beberapa
carik rindu
Sering kali bertanya
Sering kali terluka
Dan terus diulanginya
Indah sekali rekaan
Sesaat menikmatinya
selesa
Di bawah angan-angan
lengkara
Namun tak apa,
cukup gembira
Diujung cerita
aku kalah
Terhimpit pertanda
Fatwa menampik
suka
Kita bukan lagi
sama
Tawanya didepan
mata
Raganya jauh terpisah
Asing baginya batang
tubuhku
Tepat disampingku, dia lewat dengan harum yang sama
GADIS KECIL
“Ke mana kau akan
pergi?”
Jauh, sangat jauh
Tempat di mana lelah
tak ada
Duka ditelan habis-habisan
di sana
Malang, gadis kecil
dirampas
Yang satunya lagi
memandang tak ikhlas
Merintih perih,
meminta sahabatnya pulih
Jauh, diliang bawah
tanah dia terjatuh
Sela-sela tangisnya
ada rasa peluk
Hangat menyeruak
lubuk
“Kau kembali?
” sahabatnya merintih
Meminta tak usah
pergi
“Jaga separo jiwaku
yang ku taruh di sini”
Telunjuk kecilnya
memberi aba
Hanyut dilautan
bintang tak alasan
Bahwa jiwanya masih
ada di sini
MEREKA
Bercerita tentang
bulan dan matahari
Terasing satu sama
lain
Terpenjara zona
masing-masing
Diikat bingkai
masa
Harmoni tertanam
menyelami
Senyap, sunyi hadiahi
hari-hari
Saling menyimpang,
seperti mengejar pantulan
Bahkan tak ada
ungkapan selamat tinggal
Bukti cinta meretas
jiwa siapa pun
Bergandengan bukan
alasannya
Matahari pun tak
pernah merengkuh bintangnya
Merongkah stigma,
bahwa cinta harus bersama
|
|
|
|



0 comments